Touch Me.
Hardware accelerated using
CSS3 for supported iOS
Responsive.
Respond to change in browser
width and adjust automatically
Flexible.
Run multiple sliders on
the same web page
Customize.
Set momentum, elasticity,
scrollbars and more...

Rabu, 28 November 2018

Dr. Masaru Emoto: The True Power of Water

Umi Amanah

The True Power of Water adalah sebuah buku dari hasil penelitian Dr. Masaru Emoto mengenai air. Sejujurnya, saya membaca buku ini sekitar dua tahun lalu. Meski demikian, saya masih sangat ingat mengenai isi buku yang saya baca selama lebih kurang satu Minggu.

Dr. Masaru Emoto mempublikasikan hasil penelitiannya mengenai air. Ia mengambil sampel air dari kategori air paling keruh (limbah) sampai paling jernih (air minum, zam-zam). Hal paling menarik dari hasil penelitian Masaru Emoto bahwa ternyata kristal air dapat berubah dipengaruhi oleh energi yang dihasilkan manusia (dalam lingkup sempit) atau lingkungan (dalam lingkup luas.

Energi yang dihasilkan manusia/lingkungan dapat berupa energi positif/negatif. Berdasarkan penelitian tersebut, energi positif nyatanya dapat membentuk kristal air dengan baik (di dalam air keruh) dan kristal air sempurna (air jernih: air minun, zam-zam). Energi positif dapat dihasilkan dengan berdoa (sebelum minum), berkata baik, dan bahkan berterima kasih, serta dalam lingkungan yang baik (tempat berdoa, tenang, dll.). Sedangkan energi negatif ternyata dapat menghancurkan kristal air, bahkan di dalam air jernih yang memiliki kristal sempurna. Hancurnya kristal air yang bahkan sempurna dikarenakan energi negatif yang biasanya dihasilkan dari berkata kasar, mencela, tidak berdoa/berterima kasih (sebelum minum apabila air minum), dan lingkungan yang kurang baik.

Berdasarkan penelitian tersebut, membuktikan bahwa air mampu mentransmisikan emosi (perasaan manusia/lingkungan). Saya ingat perkataan pembimbing skripsi saya, bahwa energi yang dihasilkan manusia ada dua, yaitu positif dan negatif. Energi positif tidak perlu dikhawatirkan, sedangkan energi negatif sangat perlu dikendalikan. Suatu energi tidak dapat dihancurkan, tetapi dapat diubah. Apabila seseorang memiliki energi negatif, maka segera untuk mengubahnya menjadi positif.

Islam mengajarkan bahwa marah (energi negatif) dapat diubah dengan tahapan (wudu-salat-berdoa) yang ujungnya menuju kepada Allah Swt. menjadi energi positif. Hal ini menjadi contoh sederhana bahwa Islam bahkan sudah memberi tahu lebih dulu jauh sebelum Dr. Masaru.

#buku #book #kristalair #TheTruePowerofWater
#sharingiscaring

Sharingiscaring Life

Umi Amanah

Saya tiba-tiba mengitari Jebres sendirian malam ini. Dalih awalnya adalah untuk makan malam, namun selebihnya ternyata merenungi malam. Ceritanya karena kondisi badan sepertinya perlu perbaikan kesehatan, bilangnya cape padahal bimbang.

Beberapa bulan ini saya bertemu dengan banyak orang baru (tiba-tiba saja begitu). Mungkin karena untuk menyelesaikan pekerjaan receh ini itu. Saya biasanya kesulitan berinteraksi dengan orang baru, maka biasanya usaha sok asyik saya terkesan jadi sok tau.

Renungan jalan malam mengantarkan sepeda motor saya berhenti di Masjid NH.  Masjid kampus adalah tempat pemberhentian paling saya sukai. Naik ke lantai dua, saya melihat dua orang sedang berpelukan dan salah satunya menangis (masih lengkap dengan mukena pascasalat Isya). Saya hanya melewatinya, membiarkan mereka menikmati perasaan denganNya.

Pascasalat saya berpikir, bahwa saya sangat bersyukur pada Allah Swt. telah memberikan orang tua terbaik untuk saya. Sejak kecil orang tua saya membebaskan segala hal. Bukan untuk "liar", tetapi membiarkan saya "melalukan hal yang sangat saya sukai". Seminggu lalu saya bertanya kepada mereka lewat percakapan telepon, "Mah, Pa pengin Umi kados nopo? Umi seniki bade manut kersane Mama, Bapa." Hal itu saya tanyakan karena saya berpikir sejak dulu mereka membiarkan saya melakukan hal yang sangat saya sukai dan inginkan. Saya pikir sekarang sudah waktunya untuk saya menjadi yang mereka inginkan.

Mereka bilang, bahwa saya harus tetap melakukan hal yang sangat saya sukai dan inginkan. Ternyata saya baru sadar, bahwa saya menjadi orang kedua yang nangis di tempat tersebut setelah salat. Saya terharu dengan hal yg dilakukan orang tua, saya menangis, dan kemudian berdoa. Tadi, saya putuskan untuk mendengarkan nurani dan melakukan bersama orang tua (keluarga) serta Allah Swt.

Saya pikir "bimbang" terjadi karena terlalu ingin menuruti keinginan banyak orang. Saya ingin seperti orang-orang baru yang akhir-akhir ini saya temui. Mereka melakukan hal-hal yang sangat disukai dan mereka bahagia (menggambar, mendesain, berpikir kreatif, merancang, dll). Paling penting, mereka dapat memberikan kebahagiaan pada orang lain pula.

Surakarta, 14 November 2018

#sharingiscaring #life

Pejuang Skrips!

Umi Amanah

Allah Swt.
Thank You
I got You
And then those number

Alhamdulillah (segala pujian hanya milik dan untuk Allah Swt.). First I want to say sorry to Allah Swt. because I have made a lot of mistakes but Allah Swt. always gives me everything.

Second, I want to share with you (readers) about the process of completing my thesis (skripsi). I started working on my thesis in the 4th semester and completed it in 8th semester.

At that time I started working on my thesis with the intention to get closer to Allah Swt. (maklum, mahasiswa salah jurusan bingung mau apa lagi). Two years of completing my thesis was very difficult, I often made so many mistakes and I didn't understand anything (in fact). I also cried so often. The frequency of crying made me unconsciously involved in dialogue with Allah Swt. about everything that happened. This habit is inspired by Pak Asep's guidance. In my opinion, the process of mentoring with him regarding material is usually only 20%, while 80% is guidance on being human as Allah Swt. has commanded through the knowledge that was learned. That made me very grateful to him. Salah Jurusan make me learn to seek knowledge and lead to Allah Swt. I never thought that I got Allah Swt. for my life and those bonus numbers.

Now, I want to learn to evaluate myself because I want to feel more about Allah Swt. as close as the veins.

Semoga para pejuang skripsi bisa sampai akhir! Aamiin

Surakarta, 22 Oktober 2018

#sharingiscaring #life #skripsi #thesis

Sharingiscaring

Umi Amanah

Senin lalu saya merenung mengenai kebermanfaatan individu (makhluk Allah Swt.) untuk orang lain. Alhamdulillah, sepertinya saya mendapat gagasan untuk melakukan suatu hal karena Allah Swt.

Berangkat dari isu generasi milenial yang lebih suka terhadap film daripada buku, saya memutuskan untuk membuat tindakan "Sharing is Caring" atau #SC. Saya tidak sedang menyalahkan orang-orang yang lebih suka film daripada buku ataupun sebaliknya. Hanya saja, sebagai salah satu orang yang sedang belajar membaca saya pikir perlu untuk melakukan tindakan tersebut #SC.

Saya masih ingat mengenai kutipan sebuah dialog film "cinTa" yang saya tonton sekitar tujuh tahun lalu, "Generasi sekarang itu philosophy in the movie." Hal tersebut tentunya merujuk pada berkurangnya minat orang terhadap membaca.

Dilansir Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (Perpusnas RI), bahwa rendahnya minat baca masyarakat sangat mempengaruhi kualitas bangsa Indonesia, sebab dengan rendahnya minat baca, tidak bisa mengetahui dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi di dunia, di mana pada ahirnya akan berdampak pada ketertinggalan bangsa Indonesia.

Berdasarkan latar belakang tersebut, saya kira perlu untuk melakukan suatu tindakan dengan berbagi "sharing" mengenai esensi dari setiap buku yang saya baca. Tindakan seperti itu saya jadikan sebagai bentuk kepedulian "caring" terhadap perlunya menyebarluaskan pengetahuan melalui budaya membaca.

Priyo Sularso dalam acara "Membaca: Bangkitkan Karakter Bangsa" yang diadakan oleh Perpusnas RI menyatakan bahwa membaca sekarang tidak identik dengan buku. Hal tersebut karena sekarang sudah dalam era digital. Oleh sebab itu, informasi bisa didapatkan dari mana saja. Memanfaatkan dunia maya untuk menyebarkan informasi tentu saja menjadi ladang informasi sekaligus mengajak pada kebiasaan membaca.

Semoga bermanfaat, mari saling melakukan hal-hal yang memiliki kebermanfaatan untuk orang lain (tentunya dengan tindakan yang dapat/biasa dilakukan). Surakarta, 14 November 2018

#sharingiscaring #SC #life

Belajar Pada Orang Lain

Umi Amanah

Saya bertemu seseorang yang sangat mencintai Ibunya. Ia selalu menelpon, menanyakan kabar, mendoakan, dan meninta doa kepada ibunya (setelah ayahnya meninggal). Ia memiliki seorang istri dan anak yang mewajibkan ia menjadi teladan di dalam keluarga. Ia memiliki saudara kandung yang sangat mendukung hidupnya. Ia memiliki banyak pekerjaan yang sangat baik dan mapan. Ia memiliki sangat banyak teman. Ia memiliki masyarakat, oleh sebab itu ia merasa perlu bertanggungjawab pula kepada masyarakat.
.
"I was created not only for myself, so I have to be responsible for the lives of others as well (di dunia)." He said.

Dua Minggu lalu ia mendapat panggilan dari Allah Swt. untuk menunaikan ibadah Umrah. Ia menceritakan banyak hal yang terjadi selama ibadahnya kepada saya. Ia banyak mengoreksi diri sendiri dan berusaha berubah untuk menjadi baik saat dan setelah ibadah. Saya pikir, ia ada dalam keseimbangan antara Habluminallah dan Habluminannas.

Paling menarik, bahwa Allah Swt. mempertemukan saya dengannya. Tentu saja saya berharap dapat belajar banyak kepadanya. Allah Swt., terima kasih atas nikmatMu mempertemukanku dengan ciptaanMu untuk terus mengenaliMu.

#sharingiscaring #life

Mila Josie: Setelah Ayah Pergi Selamanya

Umi Amanah

Setelah Ayah Pergi Selamanya karya Mila Josie ini sebenarnya berisi muatan mengenai "mengenang" dan "menyesal". Mengenang dilakukan oleh para pelaku di dalam cerita tentang sosok ayah, sedangkan menyesal dilakukan setelah kepergian sang ayah.

Saya pikir buku ini mengajarkan tentang dua hal, yaitu mengenang dan menyesal. Akan tetapi tidak berhenti sampai di situ, karena kedua hal tersebut harus berlanjut pada doa. Seperti doa ayah, "Dalam sujudnya, ayahku tidak kalah dengan doa ibu. Bedanya, ayah menyimpan doa itu di dalam hatinya." (Josie, 2015:33). Bukankah kita harus seperti itu juga? Berdoa.

Josie, Mila. 2015. Setelah Ayah Pergi Selamanya. Yogyakarta: Octopus.

#sharingiscaring #WEEKENDREADING #buku #book #reading #SetelahAyahPergiSelamanya #MilaJosie

Meti Herawati: Ketika Pertolongan Allah Begitu Dekat

Umi Amanah

Membaca buku Ketika Pertolongan Allah Begitu Dekat karya Meti Herawati membuat saya ikut mengepas-ngepaskan terhadap situasi. Awalnya saya sedikit bosan, karena di dalam cerita banyak sekali percakapan. Entahlah, mungkin karena akhir-akhir ini saya sedang suka sekali terhadap buku-buku nonfiksi. Meski pada akhirnya saya tetap mengapresiasi setinggi-tingginya untuk buku ini.

Buku ini adalah kumpulan 21 cerita yang disajikan oleh penulis. Saya sangat senang karena dominasi cerita ditekankan pada rintangan-rintangan yang dilalui oleh para pelajar (S1, S2, S3), serta para pencari ilmu lainnya. Isi setiap cerita sebenarnya sama, bahwa rintangan (saya tidak mau menyebutkan kesulitan) pasti selalu ada dalam kehidupan. Setiap orang berusaha melewati rintangan tersebut dengan segala cara.

Cara melewati rintangan dalam buku inilah yang sedikit menarik menurut saya. Penulis menyajikan konsistensi bahwa dalam melewati rintangan, manusia perlu mengoreksi diri dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. untuk meminta pertolongan. Selebihnya, ikhtiar dilakukan sesuai dengan yang kita dapat lakukan.

Rintangan dalam menyelesaikan tugas akhir (skripsi, tesis, disertasi) tentunya dapat terlewati apabila konsisten untuk berusaha menyelesaikannya serta memohon pertolongan padaNya. Pertolongan Allah Swt. selalu datang untuk hambanya tanpa diminta, apalagi saat meminta (percaya saja bahwa itu sudah menjadi barang pasti tentunya). Asalkan, jangan lupa tetap berusaha pula.

Selama membaca, saya seperti diingatkan/ditunjukkan terhadap pertolongan-pertolongan Allah Swt. selama masa studi S1. Misalnya, salah jurusan yang akhirnya menuntun saya mengenaliNya; memilih pembimbing skripsi (yang kata orang killer dalam hal penelitian) namun membawa saya kepada Allah Swt. dan perjalanan pascasidang; memilih objek skripsi yang tebalnya bukan main (97 halaman huruf Jawi) namun membawa saya mengenal Islam; sidang skripsi yang kata orang menegangkan tetapi saya justru seperti refreshing dengan penguji di ruang sidang; dan saya menyelesaikan skripsi selama dua tahun hingga saya mendapatkan hasil penelitian sekaligus Allah Swt. untuk hidup saya.

Mari bersyukur dgn mengingat pertolongan Allah Swt.

#SC #sharingiscaring

Coprights @ 2016, Umi Amanah Designed By Umi Amanah

Distributed By Umi Amanah