Rabu, 28 November 2018

Al-Kindi: Perintis Dunia Filosofi Arab

Umi Amanah

Akar kata filsafat, yaitu "Filo" yang berarti cinta dan "Sofia" yang berarti kebijaksanaan, sehingga dapat dikatakan sebagai cinta akan kebijaksanaan (Abboud, 2013:55). Sayangnya, zaman sekarang tidak sedikit orang yang memandang filsafat dengan "sebelah mata" bahkan tidak mau mempelajarinya. Bukankah itu berarti ada kecenderungan menjauhi kebijaksanaan? Menurut saya.

Belajar pada Al-Kindi sebagai salah satu perintis dunia filosofi Arab (cendekiawan Islam), ia fokus terhadap salah satunya filsafat. Menyimpulkan dari buku Al-Kindi yang ditulis oleh Tony Abboud, filsafat menjadi jalan bagi Al-Kindi untuk menjembatani pemikiran Barat & Timur. Hal itu dapat dilihat dari pemikiran Al-Kindi yang banyak terpengaruh oleh Aristoteles.

Membahas mengenai filsuf, saya mengenal Socrates, Plato, dan Aristoteles. Menariknya, Al-Kindi pun fokus terhadap pemikiran ketiga filsuf tersebut. Sebagai perintis dunia filosofi Arab, ia tidak menutup diri terhadap pemikiran filsuf sebelumnya (Yunani). Justru, Al-Kindi sangat tertarik terhadap pemikiran-pemikiran Aristoteles.

Sebagai tokoh yang menjembatani pemikiran Barat & Timur, Al-Kindi memunculkan pemikiran² baru. Ia mengembangkan pemikiran Barat yang tidak dilepaskan dari agama Islam (satu bentuk ciri khas pemikiran Timur). Ia tidak selalu sependapat dengan para filsuf sebelumnya, bahkan ia pun sering mendapat perlawanan dari para pemikir Timur.

Al-Kindi, bahkan dengan dasar filsafatnya kemudian merambah ke dunia sains. Ia menjadi ilmuwan bidang kimia, astronomi, matematika, fisika, dan pengobatan (Abboud, 2013:79—93). Hal tersebut membuktikan bahwa filsafat, agama, dan sains dapat menjadi kesatuan yang harmoni. Saya jadi ingat saat dalam satu waktu perkuliahan filsafat dosen mengatakan, filsafat adalah sumber dari semua bdng IP, tetapi sekarang banyak orang meninggalkan/melupakan sumbernya.

Jembatan pemikiran Barat & Timur yang didasari oleh filsafat hingga merambah pada sains menjadikan Al-Kindi salah satu filsuf, ilmuwan, dan pemikir terbaik sepanjang sejarah (Abboud, 2013:107—113). Saya belajar satu hal dari Al-Kindi, bahwa berbeda itu biasa justru perlu jembatan untuk saling menghubungkan menjadi kesatuan yang harmoni. #SC

Umi Amanah / Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Coprights @ 2016, Umi Amanah Designed By Umi Amanah

Distributed By Umi Amanah