Jumat, 19 Desember 2014

#coretSINGKAT_3

Umi Amanah
Aku ciptakan puisi layaknya menyayi dalam lagu. Harapku agar ambisi tak bisa mengalahkanku untuk mengungkapkannya tanpa santun. Ketika perasaan acap kali tersembunyi lewat diksi. Rasaku seolah mati karena raga tak pernah mengikuti. Lagu yang selalu kau dengar cobalah seperti puisi yang selalu aku perdengarkan untukmu. Hilangkan diksi yang tak pernah kau ketahui arti, pragmatikanlah hati lewat intonasi dengan raut tau akan apa yang aku beri. Jangan jadikan puisi berlalu tanpa kau tau betapa hati ini menderita karena kau tek mengetahui makna. Sanjung aku lewat rasamu yang tau bahwa aku menyukaimu, diamkanlah aku dengan jawaban bahwa kau mengerti akan perasaanku, dan ungkapkanlah pertanyaan yang jawabannya sudah pasti ada dihatiku "Iya". Itu saja.

*Debu Ambigu

Umi Amanah / Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Coprights @ 2016, Umi Amanah Designed By Umi Amanah

Distributed By Umi Amanah