Aku ciptakan puisi layaknya menyayi dalam lagu. Harapku agar ambisi tak
bisa mengalahkanku untuk mengungkapkannya tanpa santun. Ketika perasaan
acap kali tersembunyi lewat diksi. Rasaku seolah mati karena raga tak
pernah mengikuti. Lagu yang selalu kau dengar cobalah seperti puisi yang
selalu aku perdengarkan untukmu. Hilangkan diksi yang tak pernah kau
ketahui arti, pragmatikanlah hati lewat intonasi dengan raut tau akan
apa yang aku beri. Jangan jadikan puisi berlalu tanpa kau tau betapa
hati ini menderita karena kau tek mengetahui makna. Sanjung aku lewat
rasamu yang tau bahwa aku menyukaimu, diamkanlah aku dengan jawaban
bahwa kau mengerti akan perasaanku, dan ungkapkanlah pertanyaan yang
jawabannya sudah pasti ada dihatiku "Iya". Itu saja.
*Debu Ambigu
0 komentar:
Posting Komentar