Luapan emosi aku hentakkan pada sunyi. Niatnya agar sunyi tetap
mendendamku dengan memberikan apa yang dia miliki (sunyi itu sendiri).
Apa daya ternyata sunyi lebih dari apa yang tak aku ketahui. Gulita
malam inipun tersentak saat aku bercerita mengenai sunyi yang membalas
emosi.
Ketika aku hanya bisa tercengang akan perlakuan sunyi
padaku, ternyata malam memberikan solusi bagaimana sunyi menyayangiku
tanpa ragu. Malam bercerita padaku tentang mengapa sunyi mendendamku lewat lampu. Nyatanya agar aku tau betapa aku terlalu membutuhkan gelap untuk tau indahnya sunyi saat aku sendiri.
*Debu Ambigu
0 komentar:
Posting Komentar