Aku sebenarnya menjaga hujan untukmu, agar kamu tak merasa sedingin
hatiku. Tapi lukaku tak pernah kau ketahui, layaknya nirwana yang harus
dilihat memakai lensa kacamata manusia. Apa daya jika rona dalam pandang
kian tersamarkan, mengajak kita pada kata untuk selalu memaksakan.
Memandang sesuatu dengan penuh harap imbalan, pemaksaan, dan berujung
pada ketidak mampuan hati tuk menafsirkan perasaan. Apalagi untuk
mengerti akan rasa yang sebenarnya abadi dan hanya aku yang memiliki,
simpulku kau sama sekali tak mengerti. Setidak mengerti aku yang tak
memiliki alasan menjaga hujan untukmu.Itu saja.
*Debu Ambigu
0 komentar:
Posting Komentar