Gemuruh dalam dada kian menggema disetiap sudut perasaam
Darah, nanah mendidih dicumbu peluh
Hati dipenuhi borok
Semakin tersayat, bau makin menyengat
Wahai kau yang di sana!
Dimana rasa yang telah kutitipkan kala hujan jatuh di antararongga tanah
Akankah kau tahu?
Jiwa ini meronta disetubuhi bimbang yang tak pernah beralasan
Rasa ini merintih menunggu rindu yang entah kapan terbalaskan
Cinta, sayang, semua melayang di dimensi ketidakpastian
Skeptis
Oleh : Novi (Sastra Indonesia 2014) FSSR UNS
0 komentar:
Posting Komentar