Hari ini aku banyak lupa,
Hari ini aku banyak lupa, termasuk
lupa pada seseorang yang selalu berbicara mengatasnamakan Tuhan dan itu
sebelumnya, kini menurutku dia bukan apa-apa. Maaf saja jika ini adalah
dusta karena aku saja sampai bingung mendefinisikannya. Aku takut ini
hanya luapan emosi belaka, atau malah hanya kebencian akan mulut yang
tidak bisa mengungkapkan saat di dekatnya. Dalam hati sebenarnya aku
bersyukur pada-Nya, telah menganugrahiku mereka yang sangat peduli jika boleh diungkapkan lewat kata. Sayangnya hari ini aku banyak lupa.
Hari ini aku banyak lupa, aku lupa pada kebencian. Entah apa yang
membuatku seketika melupakannya. Aku lupa pada perkara dia yang
menjadikanku tak pernah percaya, tapi bagaimana aku harus
mengungkapkannya. Haruskah aku seperti dia, menyanjung lewat kata
rendahan, memuji lewat diksi kotor, dan berbicara seolah santun tanpa
etika. Apa aku harus seperti mereka? Seperti perkara yang acap kali aku
dengar lewat suara yang menggema tapi menyakiti hati dan telinga. Tuhan,
jangan jadikan aku lupa akan diriku untuk lebih mengerti mulutku
daripada hatiku. Karena aku lebih takut mulutku yang menyakiti daripada
hatiku yang tersakiti. Itu saja.
*Debu Ambigu
*Debu Ambigu
0 komentar:
Posting Komentar