Sabtu, 31 Januari 2015

#coretSINGKAT_8

Umi Amanah
Terlihat jelas kilat netra dari ambisi tuk memiliki kembali. Kintaka duka yang terlanjur mengendap membuat hati sulit tuk menerima maaf. Degup jantung yang dulu bak serdadu ketika mendengar desah suaramu, kini berubah menjadi gelegar petir yang menyambar merusak gendang telinga. Aku takut untuk menunjukan sisi lain dari apa yang selama ini orang katakan biadab. Mencintaimu kembali merupakan suatu nestapa yang tiada henti menggorogoti ketenanganku.
Hanyalah buku #2

Oleh : Ulfa (Sastra Indonesia 2014) FSSR UNS

Umi Amanah / Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Coprights @ 2016, Umi Amanah Designed By Umi Amanah

Distributed By Umi Amanah