Meski bisa berjalan, aku dipaksa untuk lumpuh
Meski bisa bicara, aku dipaksa untuk bungkam
Meski bisa mendengar, aku dipaksa untuk tuli
Meski bisa melihat, aku dipaksa buta seketika
Ketika aku berpikir, aku dipaksa amnesia
Dan aku dihina dengan paksaan, aku yang tak bisa apa-apa.
Oleh : Yeremia Catur Nugraha (Sastra Indonesia 2014) FSSR UNS
0 komentar:
Posting Komentar